Sabtu, Juli 18, 2009

Laporan Rahasia Beberkan Kejahatan Tim Medis Amerika di Dalam Penjara Rahasia
Friday, 10 April 2009 15:31

Syabab.Com - Lagi-lagi kejahatan AS tersingkap. Baru-baru ini terungkap ada sekelompok tim medis AS yang telah melakukan tindakan tak berperikemanusiaan dan merupakan pelanggaran berat terhadap profesi medis/kedokteran. Hal tersebut terungkap dalam sebuah laporan rahasia dari Komite Palang Merah Internasional yang diserahkan ke CIA. Tindakan keji itu mereka lakukan pada saat menjalankan pengawasan terhadap proses interogasi di beberapa penjara rahasia AS.

Washington Post telah mengutip laporan rahasia itu, kejadiannya berlangsung pada tahun 2007. Sementara pada hari Selasa (7/4) media Amerika mengungkapkan bahwa para pejabat medis dan pekerja di bidang kesehatan masyarakat menelantarkan para tahanan yang dituduh anggota al Qaeda. Bahkan mereka ikut-ikutan memukulinya, tidak memberinya makanan, lalu memasukkannya dalam ruangan bersuhu ekstrim, dan menyiksanya dengan cara menenggelankannya dalam air.

Dalam laporan itu dikutip perkataan pejabat medis terhadap salah seorang tawanan: “Kami peduli dengan kesehatan tubuh Anda, hanya karena kami perlu mendapatkan informasi banyak dari Anda”.

Laporan rahasia itu menyoroti tentang penanganan agen CIA terhadap para tahanan yang disekap di beberapa penjara rahasia yang ada di luar wilayah AS, yang terkadang penyekapannya berlangsung sampai empat tahun.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa di samping mengadopsi penyiksaan dengan cara meneggelamkan dalam air sebagai salah satu cara penyiksaan, para tahanan juga dipaksa untuk berdiri selama beberapa hari dalam posisi yang membuatnya kesakitan sambil tangannya diborgol ke atas. Bahkan salah satu tahanan menjelaskan bahwa dia dibiarkan tetap berdiri dengan cara ini selama dua atau tiga bulan.

Komite Palang Merah Internasional mendapat laporan dari 9 di antara 14 tahanan yang terkena ancaman lebih dari kekerasan terhadap mereka dan keluarganya, seperti disetrum, disuntik dengan virus HIV/AIDS, dan diperkosa.

Laporan itu menilai bahwa para personil medis selama sesi interogasi telah melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar etika kedokteran, meski dikatakan bahwa tindakan itu tidak memastikan dan tidak menyebabkan penderitaan/kerusakan permanen.

Situs surat kabar Washington Post mengutip dari sumber di Palang Merah yang menegaskan tentang validitas informasi yang terdapat dalam laporan yang dikeluarkannya. Dia menyatakan bahwa komite membocorkan semua itu ke media, karena ketidakpuasan terhadap CIA yang tidak menanggapi laporannya.

Demikianlah bejatnya moral Amerika Serikat. Siapa yang menjadi korban? Lagi-lagi kaum Muslim. Jika demikian masih layakkah kaum Muslim bangga dan berharap pada Amerika Serikat yang rusak itu? Sungguh menghinakan bila umat masih berharap pada negeri yang sedang sakit itu.

Kaum Muslim hanya membutuhkan satu kesatuan politik yang akan menyatukan kaum Muslim di dunia. Khilafah Islamiyyah akan kembali berdiri dan memancarkan Islam ke seluruh alam. Sudah sepatutnya kaum Muslim mencampakkan AS dan bekerja menegakkan syariah dan Khilafh. Insya Allah bisa! [mb/aljzr/hti/m/syabab.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar