Hajar Nuklir Israel, Liga Arab Rangkul Eropa

Percobaan senjata nuklir Israel, menjadikan perdamaian di Timur Tengah semakin meredup. (SuaraMedia News)
Dalam sebuah surat yang dialamatkan kepada Perdana Menteri Swedia, Carl Bildt, Amre Moussa, sekjend untuk 22 negara dari Liga Arab, meminta Swedia untuk mendukung sebuah resolusi Arab yang berjudul “Israel’s Nuclear Capabilities” atau “Kemampuan Nuklir Israel”. Dokumen tersebut akan dikirimkan untuk sebuah pemungutan suara dalam pertemuan umum 150 negara bulan depan oleh International Atomic Energy Agency (Agensi Internasional Energi Atom).
Swedia saat ini memegang jabatan kepresidenan bergilir Uni Eropa. Diplomat dari negara-negara anggota Uni Eropa dan dari negara lain terakreditasi ke IAEA mengatakan kepada AP pada hari Kamis bahwa surat yang sama juga telah dikirimkan kepada menteri luar negeri dari 26 anggota Uni Eropa lainnya. Mereka meminta kondisi anonimitas untuk berkomentar atas isu yang dianggap sangat rahasia.
Sementara Israel tidak pernah mengakui secara terang-terangan statusnya, dunia internasional umumnya menyadari bahwa negara tersebut memiliki senjata nuklir, dan negara-negara Arab
secara teratur mendorong sebuah konferensi IAEA tahunan agar Israel mau bergabung dengan Nuclear Nonproliferation Treaty dan membuka fasilitasnya terhadap pemeriksaan dari IAEA.
Resolusi Konferensi Umum yang disponsori oleh liga Arab menunjukan keprihatinan tentang “Kemampuan Nuklir Israel” dan meminta IAEA untuk membantu mengimplementasikan perjanjian non-proliferasi kepada Israel.
Sebuah draft dari resolusi yang disiapkan untuk konferensi bulan depan meminta untuk sebuah “negara bebas nuklir”, sebuah alusi terhadap pidato Obama tentang mengurangi Nuklir yang tampaknya dikalkulasikan untuk membentuk dukungan ekstra untuk resolusi anti-Israel.
Sementara orang-orang Amerika tidak mengharapkan untuk menghentikan dukungan mereka untuk Israel dalam konferensi yang seminggu penuh ini, yang dibuka pada tanggal 14 September, frase tersebut diharapkan dapat memberikan sebuah platform untuk saingan AS seperti Iran dalam kritik mereka kepada dukungan Washington kepada negara Yahudi Israel.
Negara-negara Islam menganggap Israel adalah ancaman utama di wilayah tersebut. AS dan sekutu-sekutunya melihat pembelaan Iran atas tuduhan dari Dewan Keamanan atas proyek mereka dalam mengembangkan sebuah teknologi yang nantinya dapat menghasilkan bom dan kekacauan yang parah dalam perdamaian di Timur Tengah.
Iran mengatakan bahwa mereka ingin menyempurnakan pengayaan teknologi uraniumnya tidak untuk membuah inti dari kepala roket namun untuk pembangkit listrik.
“Kami berharap bahwa negara anda dapat mendukung draft resolusi Arab ini,” ujar surat pada tanggal 19 Juni kepada Bildt. “Sayangnya” Swedia adalah salah satu diantara negara yang memberikan suara untuk memblok tindakan yang ada dalam dokumen tersebut tahun lalu, tulis Moussa.
Di Stockholm, juru bicara kemetrian luar negeri Swedia Anders Jorle berkata pada hari kamis bahwa kepresidenan Swedia di Uni Eropa sedang mempersiapkan sebuah jawaban atas nama Uni Eropa namun tidak ada sikap final yang telah diputuskan.
Pemungutan suara dari 27 anggota dari Uni Eropa sangat penting bagi kedua oponen dan proponen untuk meyakinkan Israel pada konferensi tersebut. Dukungan yang meningkat terhadap insiatif Arab nampaknya terlihat dari negara-negara berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar