Rabu, Agustus 05, 2009

Seluk-beluk dan prosedur Suplai barang ke Hypermarket

Setelah cukup lama tidak menulis di blog, kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang kelebihan, kekurangan dan segala macam prosedur untuk suplai barang ke Hypermarket. Seperti kita ketahui bersama, perkembangan perdagangan retail di Indonesia berkembang sangat pesat dengan seiring masuknya pasar modern di tanah air atau yang biasa disebut Hypermarket atau PASERBA (pasar serba ada) seperti Ca******r, G***t, dan Hy*****t. Didalam pasar modern tersebut, semua kebutuhan akan hidup kita sehari-hari tersedia dengan harga yang sangat terjangkau dan bahkan terkadang ada harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk di pasar tradisional.

Dengan hadirnya pasar modern tersebut, banyak sekali perusahaan multinasional yang berlomba-lomba untuk bisa memasarkan produknya. Bagi seorang pelaku bisnis, bisa mensuplai barang ke sebuah pasar modern merupakan sebuah peluang untuk mendapatkan pasar baru, prestige, dan masih banyak lain yang bisa didapatkan manfaatnya. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan sangatlah jauh dari kesan baik, untuk bisa mensuplai sebuah produk ke pasar modern tersebut membutuhkan sebuah perjuangan yang tidak mudah.

Beberapa ketentuan atau prosedur umum untuk melakukan suplai produk ke sebuah pasar modern akan saya jelaskan disini. Apabila kita ingin mensuplai sebuah produk ke Hypermarket atau pasar modern, maka langkah awal yang harus kita lakukan adalah mengenal karakter produk kita. Apakah produk kita tersebut merupakan produk Home Industry atau produk dari perusahaan dengan skala nasional. Hypermarket membagi kedalam dua bagian besar untuk bisa melakukan suplai produk. Pertama, produk lokal atau regional, yang dimaksud dengan produk lokal atau regional adalah produk tersebut hanya disupplai untuk hypermarket di radius kota tertentu. Semisal khusus untuk daerah Jabodetabek saja, Surabaya dan sekitarnya saja atau daerah-daerah lain. Kedua, produk nasional, yang dimaksud nasional disini kita dapat mensuplai barang untuk semua jaringan pasar modern tersebut untuk seluruh wilayah Indonesia.

Apabila kita masuk kedalam kategori yang pertama, otomatis produk kita tidak akan tercantum didalam buletin mingguan yang di keluarkan oleh hypermarket tersebut. Sebaliknya, bila produk kita masuk dalam katergori kedua, maka dengan sendirinya produk kita akan ikut terpampang dalam buletin tersebut.

Selain membagi kedalam dua bagian umum tersebut, tentunya tiap pasar modern atau hypermarket memiliki ketentuan khusus yang berbeda dengan lainnya. Sebagai gambaran umum, bila kita bisa masuk kedalam hypermarket, kesempatan promosi produk kita akan semakin besar karena semakin banyak dilihat oleh pelanggan hypermarket tersebut. Dengan ini, maka diharapkan angka penjualan produk tersebut akan mengalami peningkatan.

Namun yang perlu diingat, bahwa untuk bisa mensuplai sebuah hypermarket kita harus siap dengan segala macam resiko dan konsekuensinya. Yang bisa saya bagi disini hanya bersifat umum saja, kita harus siap dibayar oleh pihak hypermarket kurang lebih 3 bulan dari tanggal pengiriman barang. Biaya-biaya yang mungkin timbul didalam proses masuk barang tersebut, listing fee, dan biaya-biaya yang lain. Seperti biaya promosi, biaya gondola. Sedikit rahasia umum yang ingin saya bagikan adalah mengapa produk di hypermarket bisa murah dibanding dengan produk yang sama di pasar tradisional.

Pihak hypermarket biasanya mengenakan biaya masuk produk atau yang disebut dengan listing fee, kemudian biaya gondola, biaya posisi sebuah produk di rak display. Secara umum saya katakan dengan biaya sewa stan. Sedangkan pihak hypermarket mengambil profit margin kecil untuk produk-produk yang memang harganya hancur, seperti susu, mi instan dan lain-lain. Dengan alasan inilah maka harga produk di pasar modern bisa lebih murah, karena hypermarket tidak hanya mengambil keuntungan dari produk yang dijual tapi juga dapat pemasukan dari biaya sewa stan.

Dengan ilustrasi diatas, biasanya para supplier harus benar-benar cermat dalam memperhitungkan biaya-biaya yang mungki timbul. Oleh sebab itu harga produk sebelum masuk ke dalam hypermarket lebih dulu di angkat agar sesuai dengan profit yang diharapkan. Saya harap tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua yang ingin coba mensuplai barang ke hypermarket.

Pada kesempatan kali ini saya hanya menulis ilustrasi umum, sedangkan detail yang lain akan saya tulis di kesempatan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar